Cabe Rawit : Manfaat, Cara Menanam, Perawatan, Dan Hama Tanaman.

Cabe rawit - menanam dan merawat cabe rawit sebetulnya tidak terlalu sulit karena cabe marupakan varietas palawija yang memiliki daya adaptasi yang baik. tanaman cabe dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, karna daya adaptasinya yang sangat baik.
Baca juga : Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak
Sebelum ke pembahasan utama, ada baiknya kita baca-baca dulu mengenai manfaat apa saja yang terkandung dalam cabe rawit, karna cabe rawit juga memiliki manfaat yang bahkan mungkin saja kita tidak tahu.

Manfaat Cabe Rawit Bagi Kesehatan Tubuh

Cabe Rawit
Gambar Cabe rawit
Meski rasanya yang pedas dan teasa begitu panas diperut, ternyata cabe rawit juga memiliki segudang manfaat.

Beberapa manfaat cabe rawit antara lain :


Membantu proses pencernaan

Memang sudah banyak beredar dimana-mana tentang cabe rawit bisa membantu proses pencernaan, hal tersebut memanglah benar adanya, karna pada dasarnya cabe bisa menstimulasi sistem pencernaan  dengan meningkatnya arus produksi enzim dan asam lambung.

Oleh karena itu buah ini dapat membantu tubuh dalam proses terjadina metabolisme makanan.

Sampai-sampai jika sulit mengeluarkan gas pada tubuh pun dapat diiatasi dengan serbuk cabai karena serbuk cabe bisa memproses terjadinya asimilasi dan esimilasi dengan adanya stemulasi gerakan peristaltik perut.


Membantu menurunkan berat badan

Penelitian menunjukan bahwa 10gram cabe merah mampu meningkatkan pembakaran lemak pada perempuan dan laki-laki.

Akan tetapi, memang tidak semua peneliti menemukan bahwa cara ini efektif, bahkan ada yang menemukan cara ini tidak bekerja sama sekali, semua tergantung kepercayaan kita masing masing.



Mengobati infeksi

Sifat anati jamur yang dimiliki olehnya mampu mengatasi proses dalam penyembuhan infeksi, sehingga berbagai penyakit akibat infeksi dapat diatasi dengan mengkonsumsi cabe.


Obat kangker

Masalah kanker juga bisa diatasi dengan mengkonsumsi cabe rawit, pasalnya, cabe akan bekerja dengan cara menghilangkan sel kanker yang ada pada tubuh, akan tetapi proses ini tidak merusak sel normal yang ada pada tubuh.

kandungan yang bekerja menghilangkan sel kanker adalah Capsaicin, namun tidak dianjurkan mengkonsumsinya dengan cara berlebihan.


Menjaga kekebalan tubuh

Vitamin C pada cabe rawit berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh dari berbagai penyakit, jadi agar kekebalan tubuh manusia terjaga dan tidak mudah terserang penyakit. dan masih banyak lagi manfaat- manfaat yang lainnya.

Setelah kita tau tentang manfaat yang terkandung pada cabe rawit, maka langsung saja kita lanjut ke pembahasan utama.


Cara Menanam Cabe Rawit

Cara menanam cabe rawit
Cara menanam cabe rawit
Dalam prihal cara menanam cabe rawit sebenarnya tidak begitu sulit karena selain mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia ini, tanaman Cabe rawit juga cenderung dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkugannya.

Namun bukan berarti anda hanya perlu menabur benihnya di halaman rumah lalu meninggalkannya begitu saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penanaman cabe rawit ini.

Beberapa hal tersebut dan cara menanam cabe rawit antara lain sebagai berikut : 

Syarat tumbuh tanaman

Salah satu hal yang paling penting dilakukan dalam penanaman cabe rawit yang pertama  memperhatikan syarat tumbuh pada tanaman tersebut.

Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja dan mudah beradaptasi dengan lingkungan, akan tetapi perkembangan tanaman cabe rawit lebih optimal jika ditanam pada dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai 500 mdpl.

Jika tanaman ini dibudidayakan diatas ketinggian 1000 mdpl, maka produksinya pun akan berkurang, kualitasnya pun tidak memuaskan, menanam cabe rawit agar berbuah lebat memerlukan sinar matahari penuh atau minimal 8 jam/ hari. PH idealnya adalah 6,5-7.

Persiapan bibit dan penyemaian 

Pilihlah bibit dari pohon yang sehat, gunakan buah cabe yang sudah matang sempurna yaitu buah yang sudah memerah sepenuhnya antara 85 hungga 100%, buah cabe rawit yang baik untuk bibit yaitu kisaran panen ke 4 sampai ke 6 masa pemetikan buah.

untuk penyemaiannya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan polybag atau dengan sistim tebar. Benih yang baru bisa langsung disemai, sedangkan benih yang sudah agak lama alangkah baiknya sebelum di semai direndam terlebih dahulu dengan air hanga kuku dan ZPTt.

Bisa juga direndam dengan mengunakan air dari hasil perasan bawang merah, air bawang mengandung ZPT alami yang berfungsi untuk merangsang akar dan membantu mempercepat proses berkecambahnya akar,

cabe rawit baru bisa dipindahkan ke meia tanam permanen pada usia 25-30 hari setelah masa penyemaian.

Penanaman bibit cabe rawit

Tanaman bisa di pindahkan ke lahan pada kisaran usia 25-30 hari setelah masa penyemaian, penanaman pun sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena dikhawatirkan jika pemindahannya dilakukan pada siang hari.

Bibit tanaman akan mati karena tidak kuat menghadapi paparan sinar matahari, pilihlah bibit yang sehat dengan ciri-ciri memiliki vigor yang kuat, dan memiliki daun yang sehat dan segar.

Setelah penanaman selesai makan lakukan segera penyiraman, agar tanaman tidak layu.
jika penanaman dilakukan saat musim hujan, gunakan jarak tanam 80x60 cm, sedangkan pada musim kemarau, jarak antara tanaman satu dengan yang lainnya ialah 70x60 cm.

Pada musim hujan jarak bibit sebaiknya tidak terlalu rapat agar lingkungan tidak terlalu lembab, dan perlu kita ketahui bahwa tempat yang terlalu lembab akan menimbulkan penyakit cendawan berkembang dengan cepat.

Pemasangan ajir atau tihang

Ajir diperlukan untuk menopang tanaman cabe rawit agar tanaman tersebut dapat berdiri kokoh, sebiaknya ajir atau tihang dipasang sebelum penanaman, atau segera setelah penanaman selesai, kemudian setelah tanaman cabe rawit telah meninggi, maka ikatlah batang tanaman pada ajir supaya batang tanaman cabe rawit bisa berdiri kokoh.

ajir bisa menggunakan bambu atau batang kayu, pemasangannya ddengan cara ditancapkan pada area tanaman denedan jarak 5cm dari batang tanaman.

jika tanaman sudah membesar, ajirdipasang dengan posisis miring, dengan sudut miring 30 atau 45 drajat agar tidak merusak akar.

Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit

Cara merawat tanaman cabe rawit
Cara merawat tanaman cabe rawit
Memelihara atau merawat cabe rawit tidak hanya dengan menyiramnya agar media tanam tetap lembab, akantetapi perawatan tanaman cabe rawit harus menyeluruh seperti penyiangan, pemupukan, perempelan, dan bahkan termasuk pengendalian hama pada tanaman.

Menjaga kelembaban media tanam

Cabe rawit juga merupakan tanaman yang membutuhkan air untuk bertahan hidup,
oleh karena itu memperhatikan kelembaban media tanam merupakan perawatan yang terpenting.

Untuk menjaga agar media tanam tetap lembab, tentu saja dengan cara menyiramnya dengan teratur, tidak hanya menyiramnya dua kali sehari, cukup dengan penyesuaian cuaca saja.

Jika dalam keadaan cuaca kemarau panjang, siram tanaman 1-2 kali sehari, namu jika keadaan cuaca sedang hujan dan persediaan air pada media tanam cukup, maka petani boleh beristirahat sejenak.

Namun kelebihan air pada media tanam juga tidak baik bagi tanaman karena, bahkan bisa merusak kualitas cabe rawit,
makadari itu pembuatan jalur air diperlukan, bahkan harus dissapkan dari jauh-jauh hari.

Penyiangan

Dengan merawat tanaman cabe rawit dengan cara penyiangan. Tanaman cabe rawit akan akan tumbuh subur dan buahnya pun lebat juga kita menajga kebersihan media tanam di sekitaran tanaman cae rawit.

Maka dari itu bersihkan media tananam dari gulma, hingga rumput, merawat cabe rawit dengan cara penyiangan tidak boleh terlewatkan.Gulma atau rerumputan yang tumbuh disekitaran tanaman cabee rawit akan menjadi kompotitor.

Persaingan penyerapan nutrisi antara gulma atau rumput dan tanaman cabe rawit akan menjadi penghalang tumbuhnya tanaman cabe rawit, hingga mengakibatkan tanaman cabe rawit menjadi kerdil dan bisa mengakibatkan rendahnya produktifitas.

Oleh karena itu penyiangan tanaman cabe rawit dari gulma atau rerumputan dengan cara mencabutinya harus sudah dilakukan setelah 15 hari setelah masa penanaman.

Penyiangan harus tetap dlakukan berkala walaupun cabe rawit sudah tumbuh dewasa dan berbuah leabat.

Maka dari itu, para petani yang memiliki modal lebih mereka menggunakan mulsa dalam budidaya cabe rawit, tujuannya agar mengantisipasi tumbunya gulma pada area media tanam yang ditanami cabe rawit, dan jga bisa menjaga kelembaban media tanam.

Pemupukan tanaman

Menanam tanaman cabe rawit agar berbuah blebat dengan cara perawatan memupukinya tentu akan menambah asupan nutrisi pada tanaman cabe rawit.

Tanaman cabe rawit yang memiliki asupan nutrisi yang cukup, tentu saja akan tumbuh subur dan kualitas panen akan bagus.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, cabe rawit, diperlukan perawatan cabe rawit dengan cara memupukinya dengan pengaplikasian pupuk yang tepat.

Cara pemupukan ini bisa dilakukan dengan pupuk kimia, bisa juga dengan pupuk organik seperti pupuk kandang. seba kedua jenis pupuk tersebut mengandung unsur hara macro dan micro meskipun jumlah keduanya tidak sama.

Namun, kombisasi kedua pupuk tersebut antara pupuk kimia dan organik cukup bagus untuk cabe rawit, itupun jika tujuan penanaman bukan untuk menghasilkan cabe rawit organik.

"Kenapa demikian ?", karena pupuk kimia menyediakan unsur hara makro cepat tersedia. sedangkan pupuk kandang atau pupuk organik memperbaiki unsur tanah dan menyediakan unsur hara makro dan mkro yang begitu lengkap.

Merawat cabe rawit dari serangan OPT

Organisme Penggangu Tanaman atau yang disingkat sebagai OPT ialah hewan atau tanaman yang berbentuk makro maupun mikro yang menggangu, meghambat, bahkan mematikan tanaman yang kita budayakan.

Meski Begitu, cabe rawit merupakan tanaman yang jarang di ganggu oleh OPT ini, bahkan hampir tidak terdengar berita cabe yang terserang oleh organisme penggangu tanaman "OPT" maka dari itu,  kebanyakan petani cabe rawit bersyukur atas kelebihan tersebut..

Tetapi yang namanya hama dan penyakit alias OPT tetap ada walaupun serangannya terhadap tanaman cabe rawit tidak begitu populer dan penyerangannya tidak seganas OPT pada cabe kering.

Namun jika terdapat OPT pada tanaman cabe rawit, dapat dikendalikan dengan cara mekanis, seperti menggunakan tangan atau bahkan menggunakan bahan lainnya.
itulah perawata tanaman cabe rawit dari serangan OPT.

Peremajaan tanaman cabe rawit yang sudah tua

Setelah tanaman cabe rawit menua biasanya akan maengurangi tingkat produktifitasnya, biasanya pula daun-daun tanaman cabe rawit akan menguning, mengecil, dan cabang cabang hingga rantingnya pun mulai menguning.

Jika kondisi tersebut tidak ditangani dengan sigap, maka selanjutnya tinggal menunggu layu dan mati, setelah itu tanaman diganti dengan tanaman cabe rawit yang baru.

Tapi produktifitas tanaman cabe rawit akan lebih meningkat jika perawatan dilakukan dengan cara peremajaan pada tanaman, jika tindakan peremajaan sukses.

Tanaman cabe rawit yang sudah menua akan tumbuh kembaki tunas tunas batang yang baru, dalam waktu tidak lama tanaman cabe rawit akan muncul kuncup bunga, dan mulai berbuah kembali.

"lalu bagaimana cara peremajaan tanaman cabe rawit yang sudah tua,...?"

Berikut bisa anda simak rangkuman tentang perawatana tanaman dengan cara peremajaan pada tanaman cabe rawit yang sudah tua.

  • Pangkas daun, cabang dan batang yang tidak produktif

Untuk meremajakan tanaman cabe rawit agar kembali berbunga dan berbuah, lakukanlah pemangkasan daun, yang sudah menguning dan  tua, Namun tetap sisakan beberapa helai daun pada tanaman agar tanaman cabe rawit bisa tetap melakukan fotosintesis.

selanjutnya potong dan pangkas juga cabang dan ranting yang sudah tidak berproduksi,
sampah dari sahil pemangkasan bisa anda buang jauh-jauh atau bisa juga dikomposkan.

  • Berikan pupuk Orgaik atau pupuk kimia

Agar tanaman cabe rawit mendapatkan kembali nutrisi yang cukup, segera lakukan pemupukan. pupuk yang dipakai pun harus mengandung unsur hara makro dan mikro agar tanaman tetap subur dan produktif.

pertana. berikann pupuk kandang sebanyak 1-2 kg/tanaman. pengaplikasiannya dengan cara dibenamkan disekeliling tanaman cabe rawit, dan ditutupi kembali dengan tanah. kedua. berikan pupuk NPK sebanyak 5 gram/tanaman . pupuk NPK ini bisa dibenamkan disekeliling tanaman atau juga bisa dikocor.

jika dengan pengocoran, maka larutkan sebanyak 1 sendok makan NPK dalam 1 liter air, lalu kocorka ke pangkal tanaman sebanyak 500ml/tanaman. pemupukan dengan NPK tetap dilakukan 1 bulan sekali.

  • Semprotkan tanaman dengan pupuk daun

Semprotkan tanamn cabe rawit dengan pupuk daun dengan teratur, siram antara 1-2 kali per 30 hari, upaya tersebut dilakukan agar tanaman cabe rawit yang  diremajakan dapat terpacu pertumbuhan dan pembungaanya.

Usahakan penyemprotan tanman cabe rawit merata terutama pada permukaan bawah daun, karena disanalah letak mulut daun (stomata).

Lakukanlah penyemprotan pada pagi dan sore hari, jangan sesekali menyiramnya pada saat matahari sedang terik teriknya, karena akan mengakibatkan daun terbakar.

  • Penyiraman yang teratur

tanaman cabe rawit harus tetap disiram, baik sesudah pemangkasan maupun sebelum pemangakasan. lakukanlah penyiraman tanaman cabe rawit selama peremajaan berlangsung.

Demikian pula setelah melakukan pemupukan, segera siram atau airi area media tanam yang ditumbuhi tanaman cabe rawit. yang demikian itu agar pupuk cepat melarut, dan dapat segera di serap oleh akar tanaman.

Hama Tanaman Cabe Rawit

Berikut ini adalah beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman cabe rawit

  1. Thrips "thrips parvispinus karny"
  2. Lalat buah "bactrocera sp"
  3. Kutu kebul "bemisia tabaci"
  4. Kutu daun persik "Myzus persicae"
  5. Kutu daun "Aphididae"
  6. Tungau "Poliphogotarsonemus latus dan Tetranychus"

Penyakit Tanaman Cabe rawit

Selain hama yang sering menyerang tanaman cabe sebaiknya perlu juga diktahui beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman cabe rawit. Berikut merupakan beberapa penyakit yang dominan menyerang tanaman cabe rawit

  1. Layu fusarium  "Fosarium  oxysporum f. sp"
  2. Layu bakteri ralstania  "Ralstonia solanacearum"
  3. Penyakit bususk buah antraknosa  "Collectrotichum gloeospoiroides
  4. penyakit virus kuing  "Gemini virus"
  5. penyakit bercak daun  "Cercospora sp."

Panen Dan Pasca Panen Cabe Rawit

Gambar pohon cabe rawit merah
Gambar pohon cabe rawit merah
Jika penanaman dan perawatan tanaman sudah selesai dilakukan dan bekerja dengan optimal, maka sudah dipastikan pemanenan tanaman juga akn berhasil dengan produktifitas yang tinggi.

Namun sebelum anda memanen tanaman cabe rawit yang anda tanam sebaiknya anda harus mengetahui info pendting dibawah ini : 

Masa panen

Tanaman cabe rawwit bisa di panen ketika sudah mengunjak usia 2,3-3 bulan setelah masa penyemaian,panen berikutnya dapat dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman.

tanaman caberawit bila dirawat dengan baik dapat mencapai 1-2 tahun, itupun apabla selalu dilakukan peremajaan tanaman seperti yang di rangkumkan di atas.

Pasca panen

Cabe rawit yang di simpan dengan suhu sekitar 4o C dengan tingkat kelembapan 95-98% dapat disimpan lamanya hingga 4 minggu dan pada suhu 10o C masih dalam keadaan baik dalam 16 hari.
Lihat Juga
100+ Gambar bunga cantik dan penjelasannya
demikianlah rangkuman pembahasan mengenai Langkah-Langkah Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat . terimakasih atas perhatiannya dan semoga bermanfaat....

0 Comments

Post a Comment