Kangkung Hidroponik : Panduan Budidaya Dengan Paralon

Kangkung Hidroponik
Kangkung Hidroponik


Kangkung merupakan jenis sayuran yang sangat di gemari oleh masyarakat di Indonesia, Terlebih saat ini ketersediaannya pun sudah banyak di pasar sehingga semua orang bisa membelinya dengan mudah. 

Namun tahukah anda, selain memiliki segudang manfaat dan rasanya yang enak ketika dimasak, Ternyata menanam sayuran kangkung sangat mudah di praktekkan baik dengan sistem tanam organis, maupun hidroponik. 

Jadi bagi anda yang tidak ingin membelinya di pasar, anda bisa menanam kangkung ini di rumah. Namun saya sarankan untuk melakukan penanaman dengan teknik hidroponik. "Mengapa harus dengan teknik hidroponik..?"

Tentunya saat menanam sayuran, kita ingin sayur yang kita tanam memiliki kualitas yang baik, maka dari itu, pemilihan cara tanam dengan teknik hidroponik ini merupakan cara yang tepat untuk di praktekkan.

Perlu anda ketahui bahwa menanam dengan teknik hidroponik ini akan mempercepat masa panen, menjadikan tanaman yang kita tanam memiliki kualitas yang baik, dan lebih higenis.
untuk pengertian hidroponik dan manfaatnya saya sudah siapkan artikelnya, silahkan anda bacar-baca.

Menanam kangkung hidroponik dengan paralon


Apabila anda masih tergolong baru dalam dunia hidroponik, ada baiknya kita simak pembahasan mengenaik cara menanam kangkung dengan teknik hidroponik berikut ini.

  • Persiapan alat dan bahan

Langkah awal yang harus anda lakukan ialah mempersiapkan alat-alat dan bahan terlebih dahulu, mempersiapkan alat dan bahan merupakan hal yang sangat penting.

Seperti yang kita tau, tanpa alat alat dan bahan kita tidak bisa memulai penanaman. berikut ini beberapa bahan dan alat yang harus kita siapkan. Bahan bahan yang di bututhkan antara lain
  1. Paralon berukuran 2,3 atau 3 inc sebanyak yang anda inginkan.
  2. Mesin bor untuk melubangi pipa paralon
  3. Penyambung paralon berupa L dan T
  4. Net Pot
  5. Sumbu
  6. Rockwol 

  • Cara Pembuatan / perakitan

  1. tentukan terlebih dahulu ukuran diameter lubang paralon yang ingin anda buat, misalkan anda ingin memuat 20 lubang dari 4 potong pipa paralon, makan anda harus mengukurnya terlebuh dahulu, dan atur jarak antara lubang yang satu dengan lubang yang lain, fungsinya agar perkembangan tanaman tidak terhimpit oleh  tanaman lain.
  2. Gunakan Bor untuk membuat lubang dengan diameter yang sudah anda tentukan sebelumnya
  3. Setelah itu anda tinggal merakit paralon utama, sambungan T dan L yang sudah anda siapkan sebelumnya dengan bentuk yang telah anda tentukan
  4. jika sudah anda tinggal memasang sumbu dan peralatan lain yang dibutuhkan dalam penanaman.

Cara Penanaman

Jika semua bahan-bahan yang dibutuhkan sudah di siapkan, makan langsung saja menuju ke tahap penanaman, Berikut langkah langkahnya.

  • Pemilihan Bibit

Mengingat faktor genetik sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil panen, maka pemilihan bibit tanaman sangatlah penting dilakukan. Pilih bibit berkualitas baik yang sudah tersedia di toko, Saya sarankan untuk pemilihan bibit tanaman pilihlah bibit yang berkualitas unggul atau bibit kangkung idaman.

Bibit idaman umumnya memiliki ciri pertumbuhan yang tidak mudah disertai berbunga, pertumbuhan serentak dan tidak merambat serta pemanenan dengan cara dicabut.
Dengan memilih bibit kangkung yang berkualitas, maka keberhasilan penanaman akan lebih berpotensi.

  • Penyemaian Kangkung Hidroponik

Kali ini saya akan memberikan tips penyemaian dengan cara menancapkan langsung bibit tanam ke media rockwol 

  1. Potonglah Rockwol berbentuk persegi dengan diameter 2,5 cm menggunakan pisau atau gergaji besi
  2. Basahi atau rendam media tanam Rockwol dengan air baku sampai basah,
  3. Lubangi area permukaan rockwol dengan menggunakan lidi sebanyak 5 lubang.
  4. Lalu isi lubang tersebut dengan biji Tanaman kangkung, masing masing-lubang di isi satu biji sehingga satu potong rockwol terisi lima bibit kangkung, jika sudah letakkan di tempat yang cukup akan sinarmatahari.
  5. Jangan lupa untuk memperhatikan kelembapan rockwol, siram benih penyemaian secukupnya agar mengantisipasi media menjadi kering.
Biasanya hari ke 15 pasca penyemaian, bibit kangkung sudah siap di pindahkan ke media pipa paralon.

pindahkan bibit kangkung hidroponik ke meedia pipa paralon yang telah dirakit. Pemindahan ini dilakukan setelah tanaman kangkung memiliki 4 helai daun, lakukan pemindahan dengan menyeleksi tanaman. Artinya pindahkan bibit yang tumbuh dengan baik.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kangkung tidak jauh berbeda dengan tanaman hidroponik lainnya, saya sarankan untuk menggunakan pupuk AB Mix, berikut cara pengaplikasiannya

  1. Siapkan Air sebanyak yang dibutuhkan dengan perbandingan 1:5:5 Artinya, satu liter air : 5ml A : 5ml B.
  2. Setelah ditambahkan antara 3 komponen diatas, aduk hingga merta
  3. Maka air nutrisi pun siap di gunakan untuk berbagai Jenis tanaman hidroponik.
  4. usahakan takarannya harus sesuai sesuai dengan perbandingan.

Perawatan

Dalam tahapan ini anda hanya perlu memonitoring, memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman kangkung, dan jangan sampai tanaman tidak mendapatkan nutrisi, tapi anda jangan khawatir, karena dengan menggunakan paralon sirkulasi air akan terus terusan berputar sehingga nutrisi akan terus teraduk.

Ketika tanaman sudah berumur dua minggua, Pemberian cairan nutrisi akan bertambah, yang semulanya 5 ml per satu liter menjadi 6-9 ml per liter, segera ganti jika larutan nutrisi sudah berbau. Lakukan hal tersebut hingga masa panen tiba.     

Masa Panen

Kangkung sudah dapat di panen setelah berumur 21-25 hari Caranya pun terbagi menjadi dua, yaitu dengan cara mencabutnya langsung beserta akar-akarnya, atau dengan memotong 2/3 bagian batang, Namun saya sarankan untuk menggunakan cara yang kedua agar tanaman kangkung dapat tumbuh kembali.

Perlu di ketahui jika tanaman kangkung hidroponik yang tidak segera di panen akan menimbulkan rasa pahit, pada batang dan daun tanaman.

Demikianlah pembahasan mengenai cara menanam kangkung hidroponik, di lain waktu akan saya bahas kembali materi tentang tanaman hidroponik.

Setelah membaca artikel ini, saya harap bisa menambah wawasan pembaca, Terimakasih atas perhatiannya, Semoga bermanfaat..

0 Comments

Post a Comment