Cara Menanam Dan Merawat Brokoli Kuning Di Rumah

cara menanam dan merawat brokoli kuning

Brokoli kuning -  Tanaman hias brokoli kuning ini memiliki nama latin Euodia ridleyi atau Califa, dalam bahasa inggris tanaman pedu ini memiliki nama Golden false aralia

Berbeda dengan brokoli hijau yang sering di manfaatkan untuk di konsumsi, tanaman perdu ini justru dimanfaatkan sebagai tanaman hias,  dan banyak digunakan sebagai pelengkap dalam pembuatan taman, jadi jangan salah mengira lagi bahwa brokoli kuning itu sama dengan brokoli hijau, dari fungsinya saja sudah jauh berbeda.

Ciri khas tanaman hias ini sama seperti tanaman pedu lainnya yakni memiliki batang yang bercabang banyak, daun yang rimbun serta berwarna kuning, dan tingginya sekitar 55 cm.  

nahhh. lewat artikel ini saya akan coba mengulas bagaimana cara menanam brokoli kuning, dan cara merawat brokoli kuning. Simak penjelasannya berikut ini.

Cara menanam brokoli kuning

Untuk penanaman brokoli kuning ini sebenarnya tidaklah sulit, berikut langkah-langkah yang perlu anda perhatikan dalam penanaman tanaman perdu ini.

  • Persiapan lahan

Sebelum melakukan penanaman kita harus mempersiapkan lahan untuk menanam brokoli kuning, hal tersebut sangat penting dilakukan. Agar menghasilkan tanaman yang berkualtas baik diperlukan lahan dan media tanam yang bersih, terawat dan terbebas dari hama.

  • Pemilihan bibit

Sama seperti cara menanam bunga anggrek, memilih Bibit dengan faktor genetik yang baik merupakan langkah yang penting untuk di lakukan, maka dari itu kita membutuhkan kualitas bibit yang baik dari indukan yang tepat.

jika kita sudah menemukan indukan yang tepat, maka selanjutnya kita tinggal memilih teknik metode pembibitan yang akan dilakukan. Berikut beberapa jenis metode pembibitan yang bisa di lakukan untuk cara menanam tanaman hias brokoli kuning.
  1. Metode pembibitan dengan menggunakan teknik stek batang.
  2. Pembibitan menggunakan anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk dewasa.
Baca juga : Jenis jenis bunga anggrek dan gambarnya
Kedua jenis pembibitanan di atas sama-sama efektif dan mudah dilakukan, Namun saya lebih menyarankan pembibitan dengan metode stek batang. Karena dengan metode ini, kualitas bibit akan sama persis dengan kualitas indukkan.

Tapi bukan berarti pembibitan dengan anakkan yang tumbuh di sekitar indukan tidak efektif. Semua itu tergantung bagaimana cara kita melakukan penanaman.

  • Penyemaian bibit

Setelah kita memilih metode pembibitan, langkah selanjutnya yaitu melakukan penyemaian tanaman. Simak langkah langkahnya berikut ini.

Pilih terlebih dahulu pembibitan dengan dua metode di atas untuk mendapatkan bibit yang berkualitas.

Jika metode dilakukan dengan teknik stek batang, maka kita perlu menyiapkan peralatannya terlebih dahulu, seperti gergaji.
  1. Potong batang yang sudah dewasa dengan gergaji tadi dengan diameter panjang 5 cm atau lebih. 
  2. Rendam batang tersebut dengan larutan perangsang akar selama satu jam, jika tidak punya larutan perangsang akar, kita bisa menggunakan bawang merah dengan cara di oleskan di sekitara area tumbuhnya akar.
  3. Siapkan pot atau polybag yang telah diisi 1/4 media tanam, lalu tancapkan batang tadi atas media tanam tersebut, lalu urung kembali dengan media tanam hingga batang bisa berdiri dengan tegak. 
  4. Jika sudah maka letakan bibit tadi di tempat yang aman serta tidak terpancar sinar matahari secara berlebihan, dan jangan lupa untuk menyiramnya.
Jika metode dilakukan dengan anak yang tumbuh diantara pohon indukan, berikut ini cara-cara yang harus dilakukan.
  1. jika anakan sudah ada , maka kita hanya perlu mencabutnya saja, lakukan penyabutan dengan hati-hati.
  2. kemudian siapkan pot atau polybag, masukkan media tanam hingga memenuhi 3/4 polybag atau pot.
  3. lalu buatlah lubang pada media tanam, masukkan akar tanaman tersebut lalu urung kembali dengan media tanam.
  4. letakan bibit tadi di tempat yang aman serta tidak terpancar sinar matahari secara berlebihan, dan jangan lupa untuk menyiramnya. usahakan air jangan sampai menggenang didalam polybag.

saya sarankan untuk mengunakan media tanam dari campuran humus dan kompos. Jika bibit sudah berusia 2 bulan, maka bibit sudah siap untuk di pindahkan ke lahan tanam atau tempat yang lebih besar seperti pot yang berukuran besar atau lahan untuk dijadikan taman. pastikan agar pemindahan tanaman tidak merusak akar.

Perawatan brokoli kuning

Untuk perawatan tanaman brokoli kuning ini cukuplah mudah, kita hanya perlu memastikan bahwa kondisi media tanam tidak tergenang oleh air dan pastikan agar tidak terlalu kering, 
media tanam yang tergenang air akan mengakibatkan pembusukan pada area akar hingga bisa menyebabkan tanaman menjadi mati.

media tanam yang terlalu kering juga akan berpengaruh buruk bagi tanaman. Jika media tanam terlalu kering, tanaman brokoli kuning akan dehidrasi hingga menjadi kering, jika terus dibiarkan maka tanaman akan mati.

lakukan penyiraman dan pemupukan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan media tanam,
pangkas cabang dan daun jika dirasa sudah terlalu tinggi dan membentuk semak-semak, lakukan memangkasan dengan menjaga estetika dan keindahan tanaman sehingga tanaman indah dipandang mata.
demikianlah ulasan tentang cara menanam brokoli kuning, serta cara merawat brokoli kuning. 
Terimakasih dan Semoga bermanfaat,
"jangan lupa ikuti terus update postingan kami berikutnya"

0 Comments

Post a comment