Hidroponik : Pengertian, Kelebihan Dan Kekurangannya

Hidroponik
Tanaman Hidroponik
Tanaman Hidroponik - di era yang modern ini, para petani juga ternyata tidak mau ketinggalan, para petani yang awalnya membudidayakan tanamannya di lahan kebun atau persawahan, mereka mulai beralih menjadi petani modern yang membudidayakan tanamannya dengan teknik hidroponik, walau tidak semuanya demikian,
Baca juga : Pengertian hidroponik,aeroponik dan aquaponik

"lalu hidroponik itu apaa ?"

pertanyaat diatas pasti pernah tersirat di fikiran anda jika anda baru mendengar kata hidroponik, atau sudah tau tapi belum begitu paham dengan teknik yang satu ini, anda berada di arikel yang tepat karena disini saya akan mengulas tuntas pengertian Hidroponik. 

Apa Itu Hidroponik

Hidroponik merupakan tektik budidaya tanaman atau bertani yang media tanamnya tidak menggunakan tanah melainkan diganti dengan menggunakan Air dan rokoul sebagai media tanamnya. 

Dalam kata lain Hidroponik adalah Hidroponik adalah teknik berbudidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa mengguanaka tanah sebagai media tanamnya, sehingga dengan teknik hidroponik ini kita difokuskan dengan pemenuhan nutrisi untuk tanaman yang akan kita tanam. 

Namun meski menggunakan air sebagai media utamanya hidroponik tidak memboros dalam pemakaian air. bahkan penggunaannya pun lebih efisien dan hemat dari biasanya.

Sedangkan menurut bahasa, hidroponi berasal dari kata Hydro dan phonos, Hidro yang berarti air, sedangkan Phonos artinya kerja. 

Sejarah Hidroponik

Menanam dengan teknik ini sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun silam, Frencis Bacon merupakan penulis yang mengkaji tuntas pembahasan mengenai teknik Hidroponik pada tahun 1627 dalam bukunya yang berjudul Sylva Sylvarul or A "Natural History".

Bercocok tanam dengan teknik hidroponik ini telah mengalami perkembangan. Pada awalnya bercocok tanam menggunakan nutrient sebagai media tanam dikenal dengan istilah nutri culture. Dalam perkembangannya, muncul berbagai istilah lain seperti solution culture, water culture serta gravel bed culture. Nama-nama ini disesuaikan dengan media tanam yang digunakan oleh petani.

Macam macam hidroponik

Berdasarkan media tanam yang biasa digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga jenis, 

Jenis-jenis tersebut antara lain :

Aeroponik

Aroponik merupakan cara budidaya tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya namun dengan teknik mengapung di udara dengan akar yang menjuntai kebawah, teknik ini hanya membutuhkan percikan air atau larutan yang menjadi embun sebagai nutrisinya.

Aeroponik ini berasal dari kata Aero dan Ponos. Aero yang berarti udara dan Ponos berarti daya. Jadi, jadi bisa di artikan sebagai budidaya dengan udara.

Richard stoner  adalah penemu dari sistim bertani aeroponik, ia telah mengkomersialkan aeroponik ini pada tahun 1983, aquaponik telah dijadikan pengairan alternatif secara intensif untuk hidroponik di seluruh dunia.

NFT

Konsep dasar dari NFT ini merupakan suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal serta tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam pada air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa.

Daerah perakaran dalam larutan nutrisi bisa berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga pada bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini juga memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi serta mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.

Cara yang paling sederhana berhidroponik ialah menggunakan sistem sumbu atau Wick System, teknik ini dapat memanfaatkan gaya kapilaritas pada sumbu untuk mengantarkan air serta nutrisi ke akar tanaman, sehingga akar bisa menyerap unsur-unsur hara yang disediakan.

Fertigasi

Sistem Fertigasi yaitu salah satu dari metode hidroponik. Fertigasi yaitu teknik aplikasi unsur hara melalui suatu sistem irigasi. Sesuai dengan pengertian fertigasi sendiri yang adalah singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi.

Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk dapat pemupukan bisa dikurangi, karena pupuk dapat diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain ialah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi berkelanjutan; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat adanya ‘leaching’ atau pencucian serta denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

Kelebihan dan kekurangan

Beberapa kelebihan dan kekurangan dalam budidaya dengan siatem hidroponik ini antara lain:

Kelebihan

  1. Lebih efisien dalam penggunaan lahan. Dalam kata lain, lahan yang sempit pun bisa melakukan penanaman dengan teknik hidroponik.
  2. Tanaman akan lebih higienis, hal tersebut dikarenakan media tanamnya tidak membuhkan tanah.
  3. Selain subur, kuantitas dan kualitas produksi tanaman lebih berkualitas dan subur
  4. Penggunaan nutrisi dan air lebih efisien
  5. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah disiasati.

Kekurangan

Membutuhkan modal yang besar,

Pada kultur substrat, kapasitas memegang media udara lebih kecil dari pada media tanah sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.

Hidroponik yang berkembang pertama kali di Indonesia yaitu hidroponik substrat, setelah hidroponik substrat, hidroponik NFT (Nutrien Film Technique) mulai dikenal di Indonesia, kemudian dikembangkan pula hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.

Meski modalnya cukup besar, namun kita akan dipuaskan oleh hasil panen yang berkualitas, serta tanaman yang bersih.

Untuk memulai budidaya hidroponik ini cukuplah mudah, saya sudah mengulasnya di artikel saya sebelumnya terkait Cara menanam kangkung hidroponik. anda bisa menemukan cara perakitannya disana.

Selain itu, jika anda mengininkan tanaman lain untuk ditanam, sebaiknya baca juga jenis-jenis tanaman hisroponik yang cepat panen dengan mengklik tautan berikut.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian hidroponik, kekurangan serta kelebihannya. dengan dipublikasikannya artikel kali ini semoga dapat bermanfaat bagi tanamania sekalia.

0 Comments

Post a comment