Pengertian Dan Manfaat Pupuk Organik Cair Lengkap Dengan Cara Pembuatannya

Pupuk Organik Cair
Pupuk Organik Cair


Pupuk organik cair - " Poc itu apa siih..?", "lalu Manfaatnya poc apa..?", "Truss cara pembuatannya giaman.?". Pernahkan ketiga pertanyaan tersebut terlintas di fikiran anda.. ?

Ketika kita baru masuk di dunia pertanian, dan baru mendengar istilah POC (Pupuk Organik Cair) Tentunya ketiga pertanyaan tersebut secara tidak langsung tersirat di fikiran kita.


Nahh, Jika pertanyaan tersebut sedang bersemayam di fikiran anda sehingga timbullah rasa penasaran pada diri anda, Anda tidak usah hawatir karena disini saya akan membagikan ulasan terkait ketiga pertanyaan di atas. Buhan hanya poc, saya juga telah membagikan artikel penjelasan terkait Pupuk kompos dan pupuk NPK Mutiara selain itu saya juga telah menyediakan ulasan terkait Pupuk Urea, Anda bisa membaca artikelnya disana.


Mengenal POC

Pupuk organik sendiri terdiri dari dua jenis yaitu pupuk yang berupa padat dan cair yang biasanya digunakan untuk memperbaiki sifat fisik pada tanaman atau media tanam. Sebelumnya telah saya jelaskan mengenai pupuk organik padat di materi lalu terkait " Pengertian dan fungsi pupuk kompos bagi tanaman ". Untuk penjelasan tentang pupuk orgaik cair, silahkan anda membaca ulasannya dibawah ini.

  • Pengertian pupuk organik cair "POC"

Pupuk Organik Cair (POC) adalah cairan larutan hasil dari fermentasi bahan organik yang berasal dari sisa bahan-bahan nabati dan hewani atau juga sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari 1 unsur. 

Bagi para tanamania hingga para petani, tentunya dengan bertanam mereka akan mendapatkan kepuasan tersendiri atau kepuasan batin dan ketentraman hati. Aktifitas bermanfaat ini bisa menghasilkan uang bila, tentunya jika ditekuni lebih mendalam lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan tanaman sehingga dapat menghasilkan tanaman yang baik serta subur tentu diperlukan asupan gizi yang cukup dan baik bagi tanaman. hal tersebut  dapat diperoleh dengan pembuatan POC. 

Kelebihan "POC" Pupuk Organik Cair ialah dapat secara cepat mengatasi defisiensi unsur hara, dan tidak bermasalah dalam pencucian hara serta mampu menyediakan hara bagi tanaman secara cepat. Selain itu, POC sendiri tidak merusak karakteristik tanah walaupun digunakan sesering mungkin, larutan ini juga memiliki bahan pengikat sehingga dapat langsung diberikan ke permukaan tanah serta dapat langsung digunakan oleh tanaman.

Dengan menggunakan pupuk organik cair tentunya dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini. maka dari itu dengan membuat pupuk orgnik cair, tentu saja bukan hanya bermanfaat bagi tanaman yang kita tanam saja, melainkan hal tersebut juga bisa menjadi ladang usaha yang menguntungkan.

  • Karakteristik

Perlu diingat bahwa pupuk organik cair tidak dapat dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam, sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam sehingga bisa menyediakan hara yang dibutuhkan tanaman dalam jangka yang panjang. 

Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi terlebih lagi jika edang diguyur hujan, namun di sisi lain poc inidapat lebih mudah dicerna oleh tanaman. Maka dari itu, pupuk POC ini lebih sering digunakan dalam budidaya tanaman sistem "Hidroponik". Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). 

Selain itu pupuk organik cair bisa juga berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama jika saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. 

Pupuk organik cair juga bisa digunakan dalam perawatan tanaman hias anggrek dengan cara menyemprotkannya pada daun atau bunga pada tanaman anggrek, Hal tersebut dikarenakan Daun dan batang tanaman bisa menyerap pupuk secara langsung yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya. 
Baca juga : Pengertian tanaman perdu dan jenis jenisnya
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai tanaman mengalami overdosis, karena hal tersebut bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman.

Jadi,untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal, dalam memberikan takaran untuk tanaman harus benar-benar diperhatikan. Setiap tanaman mempunyai karakteristik dan kapasitas berbeda dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. 

Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Sementara pada daun, meskipun belum ditemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlah daya penyerapannya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu dalam artian dikombinasikan dengan mineral. 

Manfaat POC bagi tanaman

Pada dasarnya, manfaat pupuk cair organik bagu tanaman ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pupuk kimiawi. Hanya saja bahan yang digunakan serta tanahapan pembuatannya saja yang berbeda. Selain lebih mudah menyerap di dalam tanah  Berikut sejumlah keunggulan pupuk cair :

  1. Kandungan unsur hara makro dan mikro lebih lengkap akan tetapi jumlahnya lebih sedikit
  2. Dengan mengaplikasikan pupuk organik cair ini kita dapat memperbaiki sturuktur dan karakteristik tanah, sehingga membuat tanah menjadi lebih farmer frendly sehingga berdampak kesuburan pada tanaman dan meningkatkan hasil panen.
  3. Beberapa jenis tanaman bila diberi pupuk organik cair daya tahannya akan lebih kuat dan kebal terhadap berbagai jenis penyakit tananaman.
  4. Dapat menigkatkan mikro organisme tanah yang baik untuk budidaya tanaman.
  5. Karena bahan pembuatannya berasala dari bahan-bahan organik, maka pupuk ini memiliki efek residu yang positif, sehingga tanaman akan tepap produktif dalam jangka panjang.
  6. Dan lain sebagainya.

Agar dapat mudahkan kita dalam proses pembuatan pupuk organik cair, upayakan tempat pengolahan setidaknya dekat dengan sumber air serta usahakan tidak terkena sinar matahari langsung maupun air hujan.

Cara pembuatan

  1. Isi karung dengan dedaunan (sebelumnya telah dihaluskan) ataupun kotoran ternak yg masih segar (sebanyak ±3/4 karung) lalu ikat secara rapat.
  2. Masukkan karung yang telah diisi dedaunan ke dalam drum kosom/ember atau wadah lainnya, kemudian isi dengan air. Untu perbandingan antara air dgn berat isi karung adalah 2L air untuk 1 kg berat isi karung
  3. Agar karung dapat tenggelam, Letakkan batu yang telah disediakan sebelumnya diatas karung. Agar unsur hara tidak hilang akibat penguapan, drum harus dijaga selalu tertutup.
  4. Setelah melewati masa fermentasi kira-kira 2 hingga 3 minggu, karung sudah dapat diangkat, (bila menggunakan daun muda bisa dalam 3 malam saja). Larutan yang terdapat dalam drum tersebutlah yang kita sebut sebagai pupuk cair, sementara ampas yang terdapat dalam karung dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, proses pembuatan pupuk cair ini upayakan agar tidak terkena sinar matahari langsung maupun hujan agar cairan tidak terkontaminasi dengan air hijan.

Demikianlah penjelasan mengenai pupuk terkait ulasan pengertian, manfaat serta cara pembuatan pupuk organik cair kali ini.
Lihat juga : Bunga bougenville, penjelasan tentang bunga kertas
"jangan lupa ikuti terus update artikel kami di Server tanamania"
semoga bermanfaat dan terimakasih

0 Comments

Post a Comment